
Sudah lama saya tidak menulis. Padahal, kalau mengikuti semangat awal blog ini—dailyOjik—seharusnya saya menulis setiap hari. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Tidak setiap hari saya memiliki dorongan untuk mengetik, bahkan sekadar menuliskan hal-hal remeh. Saya memang memiliki rutinitas harian, seperti mencatat tiga prioritas pekerjaan setiap hari. Namun, belakangan ini, bahkan daftar itu pun sering kali kosong.
Jika melihat ke belakang, sebelum era media sosial, menulis di blog terasa seperti sebuah usaha yang cukup besar. Orang-orang dengan tekun menuangkan pikiran, pengalaman, dan refleksi hidupnya dalam bentuk tulisan panjang. Blog menjadi ruang dokumentasi—tempat ide disimpan dan berkembang. Ada semacam keseriusan dalam setiap kata yang ditulis.
Kemudian, media sosial hadir dan mengubah segalanya. Ekspresi tidak lagi membutuhkan paragraf panjang. Cukup satu atau dua kalimat pendek, bahkan hanya sebuah gambar, sudah bisa menyampaikan makna. Visual menjadi bahasa baru yang lebih cepat dan lebih mudah dipahami. Bahkan ketika tidak memiliki gambar sekalipun, kini semuanya bisa dihasilkan secara instan melalui akal imitasi (artificial intelligence) atau AI.
Perubahan ini membuat saya mulai mempertanyakan sesuatu yang cukup mendasar: apakah masih ada alasan untuk menulis di blog?
Jawaban jujurnya adalah: tidak harus. Berbeda dengan tulisan ilmiah yang memiliki kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan sekaligus memberikan pengakuan kepada penulisnya, blog tidak selalu menawarkan hal yang sama. Menulis blog juga bukan cara paling efektif untuk menghasilkan pendapatan. Ada banyak metode lain yang lebih cepat dan lebih praktis untuk menghasilkan uang secara daring.
Lalu, jika tidak memberikan keuntungan yang jelas—baik secara finansial maupun kontribusi global—apakah menulis blog masih relevan?
Mungkin jawabannya tidak terletak pada manfaat yang bisa diukur. Bisa jadi, menulis hanyalah tentang kebutuhan pribadi: kebutuhan untuk berhenti sejenak, menyusun pikiran, dan memahami diri sendiri. Sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh potongan kalimat singkat atau gambar yang lewat begitu saja di linimasa.
Posting Komentar