
Ceritanya saya ditanya pertanyaan dasar yang saya tidak tahu. Mungkin dulu saya tidak tahu, terus pernah tahu, tapi saat ditanya lupa. Biasalah manusia.
Saya ditanya, pada pasien Geriatri apa kelainan pada B1 (Breathing)? Saya jawab: terjadi penurunan elastisitas dinding dada, Dok. Terus kan ya saya ditanya lagi, kalau elastisitas dinding dada menurun apa yang terjadi? Saya jawab: kapasitas parunya berkurang, Dok. Terus ditanya lagi, kapasitas apanya yang berkurang, kan kapasitas paru ada banyak? Saya jawab, FRC-nya, Dok. Terus ditanya lagi, FRC itu apa dan terdiri dari apa saja? Lalu... ahsudahlah. Saya lupa.
Tulisan ini akan menulis tentang ringkasan mengenai Volume dan Kapasitas Paru.
Jadi, keseluruhan kapasitas paru itu disebut Total Lung Capacity (TLC).
Oh iya, kalau ngomongnya kapasitas/ capacity artinya bisa dibagi menjadi volume-volume.
Total Lung Capacity atau kapasitas total paru dibagi menjadi bagian yang bisa digunakan dan bagian yang tidak bisa digunakan. Bagian yang bisa digunakan disebut Vital Capacity (VC) dan bagian yang tidak bisa digunakan disebut Residual Volume (RV).
Sampai di sini:
Total Lung Capacity = Vital Capacity + Residual Volume
Oke kita lanjutkan. Kalau ngomongnya sudah volume, artinya ya itu gak dibagi lagi. Residual volume gak dipakai saat bernapas. Titik. Jadi, kita bakalan lanjut bahas Vital capacity saja. Vital Capacity (VC) terdiri atas Tidal Volume (TV), Inspiratory Reserve Volume (IRV), dan Expiratory Reserve Volume (ERV).
Tidal Volume (TV) alias volume tidal adalah volume udara yang digunakan untuk bernapas biasa.
Inspiratory Reserve Volume (IRV) adalah volume sisa inspirasi, jadi maksudnya saat menarik napas panjang itu memang ada ruang lebih disediakan di paru,
Expiratory Reserve Volume (ERV) atau volume sisa ekspirasi, volume di paru-paru yang bisa dikeluarkan kalau dihembus kuat.
Sampai di sini:
Vital Capacity = Tidal Volume + Inspiratory Reserve Volume + Expiratory Reserve Volume
Terus, kembali ke pertanyaan awal, apa itu FRC dan terdiri dari apa saja FRC itu. Dan ternyata:
![]() |
| Sumber gambar silakan klik pada gambar |
Ternyata Total Lung Capacity juga bisa dibagi 2 selain pembagian di atas. TLC juga dibagi menjadi Inspiratory Capacity (IC) dan Functional Residual Capacity (FRC).
Total Lung Capacity = Inspiratory Capacity + Functional Residual Capacity
Inspiratory Capacity (IC) adalah kapasitas keseluruhan paru untuk inspirasi, jadi terdiri atas volume inspirasi biasa atau Tidal Volume (TV) dan volume inspirasi napas panjang atau Inspiratory Reserve Volume (IRV).
Sampai di sini:
Inspiratory Capacity = Tidal Volume + Inspiratory Reserve Volume
Dan yang kita tunggu-tunggu, apa itu FRC? Functional Residual Capacity (FRC) adalah volume yang tetap berada di paru pada saat bernapas biasa, volume ini merupakan volume ekuilibrium paru. Functional Residual Capacity (FRC) terdiri atas Expiratory Reserve Volume (ERV) dan Residual Volume (RV)
Sampai di sini:
Functional Residual Capacity = Expiratory Reserve Volume + Residual Volume
Side note:
Semua volume paru diukur dengan spirometri, kecuali Residual Volume (RV). RV tidak akan bisa diukur dengan spirometri.
Jumlah masing-masing volume dan kapasitas:
Tidal Volume (TV) sekitar 500 ml
Inspiratory Reserve Volume (IRV) sekitar 3000 ml
Expiratory Reserve Volume (ERV) sekitar 1200 ml
Residual Volume (RV) sekitar 1200 ml
Total Lung Capacity (TLC) jumlahnya IRV + TV + ERV + RV atau sekitar 5900 ml
Vital Capacity (VC) jumlahnya IRV + TV + ERV atau sekitar 4700 ml
Inspiratory Capacity (IC) jumlahnya IRV + TV atau sekitar 3500 ml
Functional Residual Capacity (FRC) jumlahnya ERV + RV atau sekitar 2400 ml
Resistensi vaskular paru:
Resistensi vaskular paru paling rendah saat FRC, lebih tinggi bila volume di paru lebih atau kurang dari FRC.
Resistensi vaskular paru terutama dipengaruhi oleh vaskuler intraalveolar, tapi juga dipengaruhi oleh vaskular ekstraalveolar.
Resistensi vaskular paru dapat ditingkatkan dengan inhalasi karena meningkatkan tekanan intraalveolar melalui pengembangan alveoli.
Resistensi vaskular paru selain itu juga dapat ditingkatkan dengan ekspirasi paksa karena meningkatkan tekanan intratorasik sehingga menekan pembuluh darah paru.
